KAUSA.CO.ID, JAKARTA – Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membeberkan skema pembiayaan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Hingga Februari 2026, tercatat sebanyak 1.179 unit SPPG telah dibangun dalam rangka mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menjelaskan pembiayaan pembangunan SPPG bersumber dari tiga skema utama. Pertama, dana koperasi Polda maupun Polres yang dikelola oleh anggota. Kedua, pinjaman dari bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Ketiga, kerja sama dengan Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB).
“Pembiayaan dilakukan secara kolaboratif. Ada yang berasal dari dana koperasi internal, ada juga dukungan pembiayaan perbankan serta kemitraan dengan YKB,” ujar Johnny, beberapa waktu lalu.
Dari total 1.179 unit tersebut, sebanyak 411 SPPG telah beroperasi penuh. Sementara 162 unit masih dalam tahap persiapan operasional, 499 unit dalam proses pembangunan, dan 107 lainnya memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking).
Sebaran terbanyak berada di Jawa Tengah dengan 149 unit, disusul Jawa Timur 131 unit, Sumatra Utara 117 unit, Banten 63 unit, dan Jawa Barat 62 unit. Wilayah lainnya tersebar merata mengikuti kebutuhan serta kesiapan infrastruktur daerah masing-masing.
Kasatgas MBG Polri, Irjen Nurworo Danang, menambahkan pihaknya juga merancang pembangunan SPPG di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Namun, pembangunan di kawasan tersebut memiliki tantangan tersendiri, terutama faktor keamanan di sejumlah titik rawan seperti Papua Tengah dan Papua Pegunungan.
Menurut Danang, Polri akan melakukan survei mendalam sebelum memulai pembangunan di wilayah 3T. Koordinasi intensif dilakukan bersama aparat setempat, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat guna memastikan aspek keamanan serta keberlanjutan operasional dapur MBG.
“Sepanjang memungkinkan dan situasi kondusif, Polri akan berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya di wilayah terpencil,” kata Danang.










