Beranda / Nasional / Indonesia Sepakat Beli BBM dan LPG dari AS Rp253 Triliun, Bahlil: Bukan Tambah Impor

Indonesia Sepakat Beli BBM dan LPG dari AS Rp253 Triliun, Bahlil: Bukan Tambah Impor

KAUSA.CO.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan Indonesia akan membeli bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) dari Amerika Serikat (AS) senilai US$15 miliar atau sekitar Rp253,45 triliun. Nilai tersebut mengacu pada asumsi kurs Rp16.894 per dolar AS.

Kebijakan itu menjadi bagian dari kesepakatan dagang bertajuk Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang telah diteken oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (19/2) waktu setempat.

Bahlil menegaskan, pembelian energi dari Negeri Paman Sam tersebut bukan berarti Indonesia menambah volume impor. Pemerintah, kata dia, hanya menggeser alokasi pembelian dari negara lain ke Amerika Serikat sebagai bagian dari strategi penyesuaian neraca perdagangan.

“Bukan menambah impor, tetapi mengalihkan sumber pembelian,” ujar Bahlil dalam keterangannya.

Kesepakatan ART disebut menjadi instrumen baru dalam memperkuat hubungan dagang kedua negara, terutama di sektor energi. Langkah ini dinilai sebagai strategi diplomasi ekonomi untuk menjaga keseimbangan neraca perdagangan Indonesia-AS sekaligus memastikan pasokan energi nasional tetap aman.

Pemerintah menilai diversifikasi sumber pasokan energi penting dilakukan di tengah dinamika geopolitik global dan fluktuasi harga minyak dunia. Dengan menggeser pembelian ke AS, Indonesia diharapkan dapat memperoleh skema harga dan kontrak yang lebih kompetitif.

Meski nilainya besar, pemerintah memastikan kebijakan ini tidak akan berdampak pada kenaikan harga BBM dan LPG di dalam negeri. Skema yang digunakan tetap mengikuti mekanisme kontrak jangka menengah dan panjang yang sudah diperhitungkan dalam postur energi nasional.

Di sisi lain, kebijakan ini juga menjadi sinyal bahwa sektor energi masih menjadi komponen strategis dalam diplomasi dagang Indonesia. Pemerintah berupaya menjaga stabilitas suplai sekaligus memanfaatkan momentum kerja sama bilateral.

Dengan nilai transaksi mencapai ratusan triliun rupiah, realisasi pembelian ini akan menjadi salah satu kesepakatan energi terbesar dalam hubungan Indonesia dan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *