Beranda / Politik / Trump Ancam Serangan Lanjutan, Venezuela Tolak Tekanan AS

Trump Ancam Serangan Lanjutan, Venezuela Tolak Tekanan AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman penggunaan kekuatan militer di kawasan Amerika Latin. Trump menyatakan serangan lanjutan akan dilakukan jika Venezuela menolak bekerja sama dengan Washington. Ancaman serupa juga diarahkan kepada Meksiko dan Kolombia, yang dituding gagal menghentikan perdagangan narkotika lintas negara.

Pernyataan keras itu muncul setelah operasi militer Amerika Serikat di Caracas yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Gedung Putih menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari upaya “menegakkan stabilitas regional dan memerangi jaringan kriminal transnasional”.

Dalam perkembangan pascaoperasi, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez ditunjuk sebagai pemimpin sementara negara itu. Namun, Trump secara terbuka mengancam Rodriguez agar mematuhi perintah Amerika Serikat. Trump menegaskan bahwa ketidakpatuhan Caracas akan berujung pada eskalasi militer yang lebih luas.

Rodriguez merespons ancaman tersebut dengan sikap menantang. Dalam pernyataan resminya, ia menolak tekanan Amerika Serikat dan menegaskan komitmen Venezuela untuk menjaga kedaulatan nasional, termasuk penguasaan penuh atas cadangan minyak yang menjadi tulang punggung ekonomi negara itu. “Venezuela tidak akan tunduk pada ultimatum asing,” kata Rodriguez.

Ketegangan semakin meningkat setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan Washington tidak mengakui kepemimpinan Delcy Rodriguez. Rubio mendesak agar Venezuela segera menggelar pemilihan umum yang “bebas dan adil” di bawah pengawasan internasional, sebagai syarat pemulihan hubungan diplomatik.

Di saat yang sama, ancaman Trump terhadap Meksiko dan Kolombia memicu kekhawatiran meluasnya konflik regional. Kedua negara tersebut selama ini menjadi mitra strategis AS dalam isu keamanan, meski hubungan kerap diwarnai friksi terkait perdagangan narkotika dan migrasi.

Pengamat menilai sikap agresif Trump menandai babak baru intervensi Amerika Serikat di Amerika Latin, dengan isu narkotika dan stabilitas politik dijadikan pembenaran. Namun, langkah tersebut juga berisiko memicu perlawanan politik dan militer, serta memperdalam sentimen anti-Amerika di kawasan.

Situasi di Venezuela kini berada di titik genting. Dengan cadangan minyak terbesar di dunia dan posisi strategis di kawasan, krisis politik yang berkelindan dengan tekanan militer eksternal berpotensi mengguncang stabilitas Amerika Latin dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *