BANDA ACEH — Organisasi kemanusiaan Human Initiative menyerahkan tiga unit USG portabel kepada Pemerintah Aceh sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir, dalam audiensi di Ruang Rapat Sekda Aceh, Senin (9/2/2026).
Penyerahan bantuan dilakukan Ketua Dewan Pembina Human Initiative, Ahmad Zaki, dan turut disaksikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus. USG portabel tersebut diproyeksikan untuk mendukung layanan medis lapangan, khususnya bagi kelompok rentan di daerah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan.
Menurut Ahmad Zaki, pengadaan alat kesehatan tersebut membutuhkan waktu karena spesifikasi USG disesuaikan dengan kebutuhan lapangan dan didatangkan dari luar negeri. Selain alat medis, Human Initiative juga mendukung operasional respon bencana melalui penyediaan dua unit kendaraan double cabin dengan skema sewa pakai.
“USG portabel ini dirancang agar bisa digunakan secara cepat dan efektif di lapangan. Harapannya, layanan kesehatan dasar tetap berjalan meski dalam kondisi darurat,” kata Zaki.
Sejak November 2025 hingga Januari 2026, Human Initiative mencatat telah menjangkau 111.827 penerima manfaat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dari jumlah tersebut, 71.626 penerima berada di Aceh, dengan cakupan bantuan meliputi layanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga dukungan pemulihan awal pascabencana.
Human Initiative juga mengumumkan rencana fase lanjutan pascatanggap darurat berupa program rehabilitasi dan rekonstruksi di 11 wilayah prioritas. Enam di antaranya berada di Aceh, yakni Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang. Program akan difokuskan pada hunian, infrastruktur dasar, utilitas publik, penghidupan, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Sekda Aceh Muhammad Nasir menilai dukungan tersebut sejalan dengan kebutuhan pemulihan daerah pascabencana. Ia menyoroti kondisi ekonomi warga terdampak yang masih melemah dan mendorong penerapan program cash for work sebagai stimulus langsung bagi masyarakat.
“Skema cash for work penting agar masyarakat tidak hanya menunggu bantuan, tapi memperoleh penghasilan dari kerja pemulihan lingkungan. Ini krusial menjelang Ramadan dan Idulfitri,” ujar Nasir.
Pemerintah Aceh berharap kolaborasi dengan lembaga kemanusiaan seperti Human Initiative tidak berhenti pada fase darurat, melainkan berlanjut pada pemulihan berkelanjutan, termasuk di sektor kesehatan, sanitasi, pangan, dan hunian.










