KAUSA.CO.ID, Jakarta — Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengusir perwakilan pengembang PT Hasana Damai Putra (HDP) dalam rapat di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (26/2). Insiden itu terjadi saat pembahasan penolakan akses pembangunan musala di sebuah kawasan perumahan di Bekasi.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Habiburokhman berlangsung tegang ketika pihak HDP tengah menyampaikan penjelasan. Suasana memanas setelah perwakilan pengembang meminta pimpinan rapat untuk tidak menyela paparannya.
Habiburokhman menanggapi pernyataan tersebut dengan nada tinggi. Ia menegaskan posisinya sebagai pimpinan rapat sekaligus Ketua Komisi III DPR RI.
“Saya ini Ketua Komisi III yang memimpin jalannya rapat. Jangan Anda atur-atur saya,” kata Habiburokhman dalam forum tersebut.
Ketegangan semakin meningkat hingga akhirnya ia meminta petugas pengamanan dalam (Pamdal) untuk mengeluarkan perwakilan HDP dari ruang rapat.
Pamdal, keluarkan!” ujar Habiburokhman tegas.
Perintah itu langsung direspons petugas keamanan dengan mengantar perwakilan pengembang keluar dari ruangan. Sejumlah anggota dewan dan peserta rapat lainnya tampak terdiam menyaksikan insiden tersebut.
Rapat tersebut membahas polemik penolakan akses pembangunan musala di kawasan perumahan di Bekasi yang diduga melibatkan kebijakan internal pengembang. Komisi III DPR RI memanggil sejumlah pihak untuk meminta klarifikasi atas persoalan itu.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT Hasana Damai Putra terkait insiden pengusiran tersebut.










