JAKARTA — Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, mengusulkan agar masyarakat turut berpartisipasi melalui sumbangan dana untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi bentuk gotong royong nasional demi menyukseskan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sultan menyampaikan bahwa kebutuhan anggaran untuk menjalankan program MBG sangat besar, sementara kemampuan fiskal negara memiliki keterbatasan. Karena itu, ia menilai partisipasi publik bisa menjadi alternatif dukungan agar program tetap berjalan optimal dan menjangkau seluruh sasaran penerima manfaat.
“Semangatnya adalah gotong royong. Jika memang anggaran negara terbatas, partisipasi masyarakat bisa menjadi bentuk kepedulian bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan bergizi,” ujarnya dalam keterangan yang disampaikan kepada media.
Program MBG sendiri merupakan salah satu agenda unggulan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi pelajar di seluruh Indonesia. Program ini digadang-gadang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang sehat dan produktif.
Namun, wacana sumbangan publik tersebut memicu perdebatan di ruang publik. Sejumlah pihak mempertanyakan urgensi penggalangan dana masyarakat untuk program yang dicanangkan sebagai kebijakan strategis nasional. Mereka menilai pembiayaan program pemerintah semestinya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang telah dirancang melalui mekanisme perencanaan dan persetujuan bersama DPR.
Di sisi lain, ada pula yang melihat usulan tersebut sebagai upaya memperkuat semangat gotong royong yang menjadi karakter bangsa. Partisipasi publik dinilai dapat memperluas rasa memiliki terhadap program-program pemerintah, selama mekanismenya transparan dan akuntabel.










